Puncakdari acara Akhirussanah Madrasah Kuliyyatul Islamy ( MKI ) ke -6 tahun 2012 adalah dengan diselenggarakannya Pengajian Akbar pada malam harinya , yaitu hari Ahad tanggal 24 Juni 2012 selepas sholat isya'.Untuk mengisi acara inti atau mau'idzoh hasanah Madrasah Kuliyyatul Islamy ( MKI ) Jonggrangan-Sleman berkesempatan mengundang beliau Al-Mukarom Bapak KH. Ahmad Said Asrori dari Tempuran, Magelang, Jawa Tengah untuk mengisi acara tersebut.Dalam ceramahnya beliau menjelaskan bahwa PengajianAhad Pagi bersama K.H.Ahmad Said Asrori (Rais Syuriah PBNU ), Beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Thulab Tempuran, Magelang. Kajian ini disiarkan langsung dari Serambi Masjid KABUPATENMAGELANG MASA KHIDMAH 2019-2024 MUSTASYAR KH. R. Muhaimin Asnawi KH. M. Sholichun KH. Ali Qoishor Ahmad Abdul Haq KH. Ahmad Said Asrori KH. Umar Syahid KH. Umar Rohmad KH. Muhsin Al Hafidz KH. Afifuddin, Lc. KH. Salamun Mukhlas KH. Asyhari al-Hafidh KH. Mudrik Chudlori KH. Baqoh Arifin KH. Ichsanuddin Abdan KH. Isnadi KH. KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi lahir pada 17 Agustus 1951 di Surabaya. Beliau merupakan putra dar KH. M. Utsman Al Ishaqi, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah dan juga seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. . Kamis, 26 Mei 2022 Bagikan KH Asrori Ahmad, Magelang, Jawa Tengah 1923-1994 adalah penulis kitab yang produktif dari kalangan pesantren. Menurut cerita putranya KH Ahmad Said Asrori, beliau selalu menulis dalam keadaan suci. Kalau berhadats, Kiai Asrori akan bersuci kembali. Simak video bermanfaat lainnya di kanal Youtube NU Online! Subscribe! Tags Bagikan Terkait Akhlak Habib Umar bin Hafidz & Para Ulama Sowan Senin, 26 April 2021 Ulama yang Layak Diikuti Kajian Tafsir Selasa, 12 Januari 2021 Gus Dur Ulama Akan Dikutuk jika... Taushiyah Ahad, 8 November 2020 Kisah Teladan Ulama dalam Perbedaan Pendapat Taushiyah Ahad, 28 Juni 2020 Kenapa Ulama Berbeda Pendapat? Syariah & Ubudiyah Jumat, 24 April 2020 KH. Achmad Chalwani Inilah Watak Nahdlatul Ulama Taushiyah Sabtu, 7 September 2019 Video Sowan Lainnya Keutamaan Bulan dan Malam Nisfu Sya'ban serta Amalannya Syariah & Ubudiyah Selasa, 7 Maret 2023 Waktu yang Disunnahkan Jenguk Orang Sakit Syariah & Ubudiyah Ahad, 27 Maret 2022 Berapakah Jarak Jeda antara Setelah Haid dan Nifas? Syariah & Ubudiyah Sabtu, 26 Maret 2022 Hal-Hal yang Dilakukan kepada Orang Sakaratul Maut Syariah & Ubudiyah Sabtu, 19 Februari 2022 Mengenal Bahtsul Masail Perempuan Syariah & Ubudiyah Ahad, 30 Januari 2022 Hukum Menikah karena Harta menurut Islam - Habib Muhammad Muthohar Syariah & Ubudiyah Kamis, 27 Januari 2022 Lafal Takbiran Hari Raya Id Syariah & Ubudiyah Senin, 26 April 2021 Pengantar Ilmu Hadits Syariah & Ubudiyah Ahad, 7 Februari 2021 Dasar Hukum Islam menurut Aqidah Aswaja Syariah & Ubudiyah Kamis, 8 Oktober 2020 Tahlilan menurut Mazhab Empat Syariah & Ubudiyah Kamis, 17 September 2020 Talqin Jenazah menurut Mazhab Empat Syariah & Ubudiyah Ahad, 17 Mei 2020 Jimat Membawa Kesuksesan? Syariah & Ubudiyah Ahad, 10 Mei 2020 Hukum Tahlilan Menurut Mazhab Empat Syariah & Ubudiyah Sabtu, 9 Mei 2020 Kenapa Ulama Berbeda Pendapat? Syariah & Ubudiyah Jumat, 24 April 2020 Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting MAGELANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf, Sandiaga Uno lakukansosialisasi Santripreneur Go Digital di Pondok Pesantren Roudlatut Thullab, Tempuran, Kabupaten Magelang , pada Jumat 19/5/2023. Ia mengatakan, sosialisasi ini supaya santri-santri dipacu dan dipicu agar menjadi penggerak ekonomi kreatif. "Dengan harapan bisa terciptanya 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas berdasarkan inisiatif-inisiatif dan kreativitas dari para santri," ujarnya di sela kegiatan, pada Jumat 19/5/2023. Menurutnya, kekuatan santri di Indonesia sangat besar. Di Indonesia ada sebanyak pondok pesantren ponpes dengan jumlah sekitar 5 juta santri. Jika ada 1 persen saja santri yang menggeluti dunia entrepreneurship, maka Indonesia akan maju. "Maka, kami melakukan pelatihan gerakan usaha kreatif santri menuju Go Digital,"paparnya. Baca juga PROFIL Sandiaga Uno Biodata, Riwayat Pendidikan, Perjalanan Karier, dan Kiprah Politik Pengasuh Ponpes Roudlotut Thullab, KH Ahmad Said Asrori mengatakan, sangat bersyukur dengan adanya kunjungan dari Menparekraf Sandiaga Uno yang menyoroti ekonomi kreatif. "Sebenarnya, para alumni dan beberapa santri sudah melakukan usaha-usaha ekonomi. Tadi kan kami sampaikan bahwa sejak dulu pesantren itu lebih dikenal mandiri, artinya mandiri itu ya 'mandiri sendiri' yakni melakukan usaha-usaha untuk mencukupi kebutuhan mereka. Bahkan juga bagaimana tidak sekadar cukup tapi bisa berlebih sehingga bisa memberikan manfaat kepada orang lain,"terangnya. Ia menambahkan, dengan adanya dorongan yang diberikan oleh pemerintah pusat diharapkan mampu meningkatkan ikhtiar usaha di lingkungan pesantren. "Alhamdulillah sudah mulai anak-anak para alumni sudah melakukan ikhtiar usaha itu. Itu yang paling pokok, jadi Pak Sandi ini memberikan tambahan dorongan yang sangat kuat, memberikan ilmu pengalaman dibagikan kepada santri alumni dalam hal bidang ekonomi, apalagi kita masuk era, ya sudah masuk era digital ini. Jadi ada digitalisasi usaha ekonomi dan kita sudah melakukan itu," urainya. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, Tempuran, Magelang, KH. Ahmad Said Asrori. - Pesta demokrasi Pemilu legislatif dan Presiden-Wakil Presiden di Indonesia akan berlangsung bulan April mendatang. Kampanye demi kampanya telah dilaksanakan oleh dua belah kubu untuk menyita perhatian masyarakat. KH. Ahmad Said Asrori dalam sambutannya pada Konfercab bersama PCNU, IPNU dan IPPNU Magelang, mengajak kepada seluruh warga NU untuk memilih pemimpin yang sejalan dengan nilai-nilai luhur Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah. "Kami bersama dengan ini, mengajak kepada seluruh warga NU beserta badan otonom-otonomnya untuk ikut memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan penuh akhlakul karimah. Memenuhi hak dan kewajiban berdemokrasi, berpolitik dengan penuh akhlakul karimah," kata Kiai Said, di Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, Ahad 03/03/2019. Kiai Said selaku tuan rumah sekaligus Rois Syuriyah PCNU mengatakan, warga NU tentu sudah menimbang, bagaimana menjadi nahdliyyin bertanggung jawab, berakhlak dan selalu mengedepankan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. "Yakni dalam menentukan pilihan-pilihannya, kita harus mampu menilai, mana yang sesuai dengan nilai-nilai kita sebagai warga Nahdlatul Ulama. Artinya sama dengan prinsip kita dalam beragama, berbangsa dan bernegara," jelas Kiai Said. Kiai Said berharap, khususnya di Kabupaten Magelang, warga NU memiliki kewajiban untuk memahami betul bagaimana para 'alim dan kiai dalam menanamkan doktrin kepada ummat dalam hal nasbul imamah memilih pemimpin. Dihadapan para peserta Konfercab, Kiai Said juga menyampaikan, NU merupakan ormas besar dengan gagasan dan cita-cita yang luhur, NU lahir dari dunia pesantren sehingga mewarisi tradisi klasik yang sangat kuat dengan mata rantai keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah SAW. ”NU selalu responsif terhadap dinamika perkembangan zaman karena memahami Islam sebagai agama yang shahih li kulli zaman wa makan,” jelasnya. Menurutnya, NU sebagai peletak dasar Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia yang memegang teguh prinsip Al muhafadzatu ala qadimish sholih wal akhdzu bil jadidil aslah’ senantiasa menghasilkan kader-kader yang melimpah sekaligus berusaha menjadikan Islam rahmah demi terciptanya dunia yang damai dan beradab. Turut hadir dalam Konferensi bersama tersebut, KH Miftakhul Akhyar Rais Aam PBNU, Perwakilan PWNU Jawa Tengah, Bupati Magelang, Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah FORKOPIMDA, serta pengurus anak cabang dan ranting NU beserta Banom se-kabupaten Magelang. [ Jakarta, NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU menyambut positif kehadiran Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama BUMNU di beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah di Indonesia. PBNU menyebut, peran pengurus cukup berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Nahdliyin. Ketua PBNU, H Ishfah Abidal Aziz atau biasa disapa H Alex mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi NU, harus dimulai dari komitmen para pengurus. Dia mengingatkan, ada tiga kewajiban yang melekat pada pengurus NU, yakni taqwiyatul jamaah melakukan penguatan jamaah, himayatul jamaah melakukan perlindungan umat, dan tandhimul jamaah melakukan pengorganisasian. "Salah satunya bidang ekonomi. Bagaimana warga NU ini melakukan kekuatan dan kita lakukan penguatan pada bidang ekonomi. Oleh karena itu, salah satu parameter keberhasilan struktur NU mulai PB hingga Pengurus Anak Ranting, apakah pengurus mampu memberikan penguatan ekonomi NU, itu paling penting," kata H Alex kepada NU Online, Jumat 19/5/2023. Tidak hanya pada bidang ekonomi, penguatan jamaah juga berlaku pada aspek budaya, pendidikan dan aspek-aspek yang. Sementara himayatul jamaah, menurut H Alex, diartikan sebagai upaya menjaga umat dari berbagai ancaman atau bahaya. Dimulai dari bahaya ideologi, gerakan yang menyimpang, hingga bahaya narkoba. Sedangkan ketiga yaitu tandhimul jamaah atau menata organisasi dengan sebaik-baiknya. "Terkait kemandirian ekonomi, saya kira itu menjadi mandat pengurus. Pengurus harus memberikan nilai terhadap warga NU," tuturnya. Sebagaimana diketahui, kehadiran Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama BUMNU merupakan salah satu keputusan Muktamar Ke-34 NU di Lampung 2021. Kehadiran BUMNU dianggap penting sebagai wujud kemandirian ekonomi jamaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama di semua tingkatan. Meski belum merata ada pada struktur kepengurusan NU di seluruh Indonesia, BUMNU mulai tumbuh dan disambut positif oleh para pengurus tanfidziyah NU di semua level kepengurusan. Bahkan, ada beberapa PCNU yang sudah berkembang cukup signifikan, misalnya di PCNU Magelang, Jawa Tengah. Direktur BUMNU PCNU Kabupaten Magelang, Ahmad Sulistyo, mengatakan, BUMNU PCNU Magelang sudah berjalan selama 4 tahun, dengan jenis usaha yang cukup beragam. Selain itu, masing-masing unit usaha memiliki pengelolaan keuangan masing-masing serta menghasilkan keuntungan secara sendiri-sendiri. Sulistyo menambahkan, ada dua jenis usaha BUMNU yang dikelola oleh PCNU Magelang, pertama usaha dalam bidang ritel yakni NU Mart, Bank Nahdlatul Ulama, NU Klinik, dan Bus NUGo. Kedua dalam bidang grosir yakni penjualan barang-barang grosir. Sulistiyo menjelaskan, NU Mart merupakan usaha bidang ritel yang dikelola oleh warga NU dengan asistensi dari PCNU Magelang. Saat ini sudah ada 3 tempat yang sudah berjalan. Sedangkan Bank Nahdlatul Ulama, merupakan unit usaha bidang perbankan yang dikelola PCNU Magelang. Pengelolaan Bank NU dilakukan secara profesional dan menjadi satu-satunya bank milik NU di Indonesia. "Karena capaian ini, PCNU-PCNU seluruh Indonesia melakukan studi banding ke PCNU Magelang,” katanya. Selanjutnya, NU Klinik, yaitu usaha di bidang kesehatan yang menjadi unit bisnis warga NU. Saat ini sudah berdiri 3 klinik yang membantu dan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Kabupaten Magelang. Kemudian, Bus NUGo yaitu unit usaha di bidang angkutan umum yang melayani perjalanan pariwisata. Bus ini dikelola oleh PCNU Magelang dengan sistem sewa kepada para pengguna. "Saat ini kami punya 4 unit bus yang dikelola manajemen PCNU," tutur Sulistiyo. Keempat, NU Grosir, yaitu usaha grosir yang melayani penjualan barang-barang grosir. Subhan menyebut, dalam sistem perdagangan, agar suatu produk dapat sampai di tangan konsumen, harus ada campur tangan dari kegiatan grosir, sebab tidak mungkin, produsen secara langsung menuju ke konsumen. Sekretaris PCNU Kabupaten Magelang, Najib Chaqoqo, mengatakan meskipun capaian yang diraih oleh PCNU Magelang cukup terlihat, namun, pihaknya masih terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan, terutama mengenai manajemen dan sistem penataan BUMNU. Dia berharap, siapapun pengurus PCNU Magelang, BUMNU harus berjalan serta memberikan kontribusi untuk PCNU dan jamaah. "Jadi bukan karena figur periodisasi kepengurusan kami, tapi bisa dilanjutkan kepengurusan periode selanjutnya,” ujarnya. Perkembangan BUMNU, lanjut Chaqoqo, tidak terlepas dari para pengurus PCNU yang selalu mengedepankan profesionalitas dalam hal pengelolaan unit usaha, serta mengontrol seluruh keuntungan yang didapatkan dari usaha-usaha tersebut. Selain itu, kekompakan juga menjadi kunci keberhasilan PCNU Magelang dalam mengembangkan usaha organisasi. Kontributor Abdul Rahman Ahdori Editor Kendi Setiawan

kh ahmad said asrori magelang